SISTEM PENDIDIKAN CHINA

Written by Miqlo IT on . Posted in Profile Pendidikan China

SISTEM PENDIDIKAN CHINA

Oleh: Chaerun Anwar

 

  1. Pendahuluan

Kurikulum pendidikan dasar menengah China mengalami perubahan kurikulum sebanyak 7 kali sejak berdirinya Republik Rakyat China. Perubahan kurikulum merupakan tuntutan yang dibutuhkan agar China menyesuaikan dengan kebijakan ekonomi dan pasar kerja domestic maupun global. Pada perubahan kurikulum ke-7 kali-nya tahun 2007, pemerintah sangat terbuka terhadap hasil penelitian dibidang pendidikan dan masukan dari praktisi pendidikan, pengusaha dan orang tua serta masyarakat peduli pendidikan  baik dari tingkat kecamatan dan tingkat nasional.

Reformasi kurikulum dimulai melalui studi survey secara nasional yang dilaksanakan oleh direktorat jenderal pendidikan dasar kementerian pendidikan dengan subyek pengamatan pada 16.000 siswa, 2000 guru dan kepala sekolah di 9 provinsi yang mewakili peta demografi China. Selain itu juga dilakukan studi komparatif dengan kurikulum di negara Inggris, Amerika, Kanada, Australia, Korea Selatan, Thailand, Rusia, Swedia, Finlandia, Selandia Baru, Jepang, India, Brasil dan Mesir. Upaya studi komparatif ini dilakukan untuk memperoleh wawasan yang luas untuk para penyusun kurikulum dalam peningkatan kualitas kurikulum pendidikan dasar-menengah. Studi komparatif ini diyakini sebagai upaya yang sangat bermakna untuk menfasilitasi pemahaman yang benar terhadap sistem pendidikan di dunia dan keterkaitannya dengan sosial ekonomi dunia. Memperluas wawasan para pengambil kebijakan akan kanpanye diseluruh belahan dunia tentang EFA (Education for All) yang mencakup kualitas pendidikan disemua unit pendidikan.

 

B.   Struktur Pendidikan China

Pendidikan dasar China terdiri dari 3 tahun PAUD, 6 tahun pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah pertama, 3 tahun pendidikan menengah atas. Pendidikan tinggi setingkat akademi 2-3 tahun, pendidikan tinggi kejuruan teknik 4 tahun, pendidikan gelar sarjana 4 tahun, pendidikan gelar magister 2-3 tahun, pendidikan doctor 3 tahun. Perhatikan gambar berikut ini:

Sumber: Yang Jin, 中国基础教育,教育国际研讨会上介绍,20055月,教育部

Tujuan pendidikan nasional China adalah untuk mempersiapkan pebelajar mengembangkan dirinya dalam dimensi moral, intektual, fisik, estetika sesuai dengan bidang pekerjaannya kelak agar menjadi pekerja sosialis yang memiliki idealisme, terdidik dan berbudaya, memiliki karakter yang kuat dan disiplin

 Dibawah pengawasan State Council, kementerian pendidikan bertanggung jawab untuk semua perencanaan dan pembuat kebijakan umum tentang pendidikan, dimana pengadministrasiannya pendidikan dasar didesentralisasikan ke pemerintah provinsi dan kota/kabupaten/desa. Pendidikan tinggi pengadministrasiannya dan pengawasannya ditingkat nasional dan provinsi.

Wajib belajar  berlangsung selama 9 tahun, dimana anak-anak memasuki sekolah dasar pada usia 6 tahun. Sebelum memasuki masa sekolah dasar, anak anak dapat memperoleh pendidikan PAUD untuk beberapa tahun. Wajib belajar terdiri dari 6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun sekolah menengah pertama.

Setelah menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun, siswa menempuh ujian nasional untuk memasuki pendidikan menengah atas yang terdiri 3 kategori, yaitu:

  1. SMA Umum, merupakan sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya memasuki jenjang pendidikan tinggi.
  2. SMA  Spesialis/teknik/, sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus dibidang teknik yang siap terjun di dunia kerja. Lulusan sekolah ini diperbolehkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  3. SMA Vokasi/professional, sekolah menengah atas yang mempersiapkan siswanya dengan keterampilan dan diklat khusus dibidang vokasi yang siap terjun di dunia kerja.

No

Tipe Sekolah

Lama Belajar

Usia

Ijazah

1

Pendidikan Anak Usia Dini

3 tahun

Usia 3-5 tahun

-

2

Pendidikan Dasar

6 tahun

Usia 6 – 12 tahun

-

3

Pendidikan Menengah Pertama

3 tahun

Usia 12 – 15 tahun

-

4

Pendidikan Menengah Atas

3 tahun

Usia 15-18 tahun

Diberikan Ijazah SMA

6

Pendidikan menengah atas spesialisasi

3 tahun

Usia 15 – 19 tahun

Diberikan Ijazah SMK

 

Pendidikan menengah terbagi dalam dua kategori yaitu pendidikan menengah umum dan vokasi/teknik. Baik kedua kategori tersebut mencakup dua tahapan yaitu tahapan pendidikan menengah pertama dan pendidikan menengah atas. Pendidikan menengah umum membekali siswanya dengan pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi sedangkan pendidikan menengah kejuruan dan teknik dibekali dengan keterampilan kerja. Kelulusan pendidikan menengah ditentukan oleh Ujian pada akhir masa sekolah, akses melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi bergantung dari hasil Ujian dan ujian masuk perguruan tinggi (dijelaskan lebih rinci di bab 2).

Pendidikan tinggi diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi seperti universitas (misalnya: bidang umum dan teknik), Institusi spesialisasi (misalnya: kedokteran, pertanian, bahasa asing, dsb), Universitas vokasi (misalnya: diklat guru) dan Akademi. Ujian masuk ke pendidikan tinggi di China sangat kompetitif.

Gelar sarjana diberikan oleh universitas dan institusi spesialisasi, juga diberikan oleh Universitas Vokasi. Universitas vokasi dan Akademi Spesialisasi menyelenggarakan pendidikan lanjutan dan memberikan diploma pada lulusannya. Gelar Magister dan Doktor diberikan oleh Universitas dan beberapa Institusi Spesialisasi.

Berikut ini tabel statistic jumlah sekolah, sisiwa, dan guru untuk memahami skala dan kemajuan pendidikan dasar setelah diberlakukannya wajib belajar 9 tahun sejak tahun 1986.

Sumber: Yang Jin, 中国基础教育,教育国际研讨会上介绍,20055月,教育部

C.   Dasar Hukum Pendidikan China

Sejak pertengahan tahun 1980-an telah dihasilkan produk hukum yang memayungi pelaksanaan pendidikan di China. Pemerintah menggunakan produk hukum ini untuk mengalokasikan dana pendidikan, perencanaan pendidikan, evaluasi penyelenggaraan pendidikan, pengaturan kebijakan pendidikan, pelayanan informasi, pengawasan pelayanan pendidikan. Produk hukum yang dimaksud seperti:

  • School Act
  • Educational Examination Act
  • Educational Investment Act
  • Lifelong Learning Act
  • Compulsory Education Law
  • Education Law
  • Teacher Act
  • Higher Education Act
  • Academic Degrees Regulations
  • Private and Non-Governmental Education Promotion Act
  • National Act on Language and Scrip System
  • Regulation on China-Foreign Joint Education Institutions and Programmes

Beberapa peraturan perundangan merupakan hasil dari diskusi mendalam antara pemerintah pusat dengan para pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, ahli, dosen universitas, guru sekolah.

 

D.   Perkembangan pendidikan Swasta

Pendirian pendidikan swasta dimungkinkan di China berdasarkan pada peraturan perundangan “the Private and Non Governmental Education Act of the People’s Republic of China and the Regulations on Implementation of the Act”. Pihak swasta dapat berperan memberikan sumbangan fasilitas, dana, manajemen dalam pengelolaan pendidikan dan member warna pilihan lain dari pendidikan yang bisa dijadikan pilihan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

E.   Sistem Penganggaran Pendidikan

China telah melaksanakan pembangunan sistem pendidikan dengan menganggarkan dana investasi yang besar pada sector pendidikan seperti membantu siswa memperoleh layanan pendidikan yang sama terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin dengan memberikan skema bantuan berupa pinjaman pendidikan yang dibayar setelah memperoleh pekerjaan tetap dengan gaji minimal 1000 yuan per-bulan, biaya pendampingan, beasiswa, subsidi pendidikan, pembebasan biaya sekolah, pengurangan biaya sekolah. Tahun 2013, sekitar 23.878.200.000,- Yuan disediakan untuk 11,02 juta mahasiswa dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan tinggi. Sistem pendanaan pendidikan secara rinci akan dibahas pada bab 4.

F.    Sistem Manajemen Sekolah

Pelaksanaan pendidikan wajib belajar dipimpin oleh State Council yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dimana manajemen pelaksanaannya dibagi ke pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota/kecamatan. Pengaturan mamajemen pelaksanaan wajib belajar ini juga meliputi sistem pendanaannya yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

Pendidikan tinggi pengadministrasian-nya pada pemerintah pusat dan provinsi, dimana pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab terbesar dalam manajemen pendidikan tinggi.

Pendidikan teknik dan kejuruan sistem administrasinya secara keseluruhan merupakan tanggung jawab State Council, namun tanggung jawab terbesarnya terletak pada pemeintah daerah yang berkoordinasi dengan sector swasta, industry, pengusaha, dan perusahaan dengan harapan bahwa pendidikan keahlian yang diajarkan berorientasi keterampilan dasar yang sesuai dengan dunia usaha dan pasar kerja.

G.   Kurikulum Pendidikan

Di negara yang memiliki populasi besar seperti China adalah tidak mudah mengorganisasi persekolahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar menengah-nya, namun demikian China mencatat sukses memaksa 85% penduduk usia sekolah mengenyam pendidikan wajib belajar di tahun 2000 dan meningkat mencapai 93% ditahun 2004.

1.    Tujuan

Untuk memenuhi tuntutan “peradaban berbasis pengetahuan” (knowledge-driven civilization) sebagai jawaban terhadap tantangan diabad 21, pemerintah China mengubah tujuan kurikulum sesuai harapan masyarakat China seperti generasi berwawasan luas, yang memungkinkan setiap individu untuk menemukan, menggali dan memperkaya potensi kreatif-nya, serta menemukan kelebihan indivisualnya.

Hal Ini berarti melampaui pandangan instrumen pendidikan selama ini yang  tunduk kepada tujuan tertentu (dalam hal keterampilan, kemampuan atau potensi ekonomi) menjadi ke berbagai arah yang menekankanpengembangan manusia seutuhnya, (paradigm  belajar menjadi).  Menurut pakar pendidikan China, pendidikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembangunan manusia adalah proses yang sangat individual dan pada saat yang sama proses membangun interaksi sosial. Prinsip dasar adalah pendidikan yang harus berkontribusi pada pengembangan serba masing-masing individu-pikiran dan tubuh, kecerdasan, kepekaan, rasa estetika, tanggung jawab pribadi dan nilai-nilai spiritual (dalam pengertian nilai-nilai konfusianisme).

Pendidikan di China selama dua dekade terakhir telah dipandu oleh prinsip dasar, yang diusulkan oleh Deng Xiaoping, bahwa pendidikan harus berorientasi modernisasi, ke dunia luar, dan ke masa depan. Tujuan pendidikan adalah "untuk mengaktifkan pebelajar untuk belajar dengan cara yang aktif dan hidup dan berkembang secara moral, intelektual, dan fisik dengan cara pengembangan semua potensi dan untuk mempersiapkan generasi baru yang memiliki  cita-cita, kebajikan moral yang dididik dalam  disiplin ". Tujuan pendidikan, hakikatnya adalah dua elemen penting yaitu: 1) penekanan pada "pengembangan semua potensi peserta didik" dan 2) pergeseran fokus dari "pengetahuan dasar dan pengembangan keterampilan dasar" nilai-nilai / pengembangan sikap serta dari akuisisi doktrin politik-ideologis ke pendekatan holistik humanistik untuk pembangunan manusia seutuhnya.

Secara rinci tujuan kurikulum dijabarkan dari tujuan pendidikan tersebut diatas adalah seperti tertuang dalam falsafah Su-Shi-Jiao-Yu yang merupakan perwujudan pendidikan berorientasi kualitas. Berikut tujuan kurikulum yang dimaksud:

  1. Mengembangkan rasa patriotisme, kolektivisme, cinta sosialisme, dan pelestarian tradisi budaya nasional ;
  2. mengembangkan kesadaran / rasa demokrasi sosialis dan taat aturan hukum serta mematuhi hukum dan norma-norma sosial;
  3. mengembangkan  cara pandang hidup sehat dan bertumpu pada nilai-nilai kehidupan;
  4. mengembangkan rasa tanggung jawab sosial dan kewajiban untuk melayani rakyat;
  5. membudayakan semangat kreatifitas, kemampuan praktek, kompetensi ilmiah dan humanistik, dan kesadaran lingkungan;
  6. pengembangan dasar pengetahuan, keterampilan dan pendekatan untuk belajar sepanjang hayat;
  7.  mengembangkan tubuh yang sehat, kualitas psikologis yang solid, apresiasi estetika dan cara-cara hidup sehat.

Tujuan Kurikulum  untuk tingkat SMA juga menambahkan hal berikut:

  1. pengembangan kemampuan untuk belajar mandiri, kesadaran kejuruan / kerja, kewirausahaan, perencanaan karir;
  2. memahami diri sendiri dan menghargai orang lain, belajar untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain, pengembangan semangat tim/bekerjasama;
  3.  pemahaman keanekaragaman budaya, dan keterbukaan pikiran terhadap dunia luar

Kurikulum pendidikan dasar memiliki 3 tujuan dimensional, yaitu:

  1. sesuai pilihan konten pendidikan, termasuk pengetahuan dasar dan keterampilan dasar, mencerminkan pembangunan sosial, kemajuan ilmu pengetahuan-teknologi dan keragaman budaya, dan yang berkaitan dengan pengalaman pembelajar;
  2. mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan di semua kurikulum / bidang pelajaran;
  3. memperhatikan proses dan pendekatan pembelajaran, mendorong pengembangan aktif, strategi pembelajaran yang saling ketergantungan.

Secara ringkas tujuan dimensional kurikulum pendidikan dasar adalah untuk merancang kurikulum pada dimensi: pengetahuan dan keterampilan, proses dan pendekatan, dan afektif / sikap dan nilai-nilai.

Pencapaian tujuan kurikulum pendidikan dasar akan selalu diubah berbasis disiplin akademik, dan kurikulum perguruan tinggi.

2.    Struktur Kurikulum berbasis Keanekaragaman dan Fleksibilitas dalam Pendidikan

Batang butuh kurikulum pendidikan dasar di China tergambar dalam struktur kurikulumnya. Pada awal tahun 1980-an di negara-negara Asia dan Pasifik melakukan penerapan "kurikulum terpisahkan" dan pembelajaran tematik interdisipliner terutama dalam ilmu pendidikan, ilmu lingkungan dan pendidikan kesehatan. Di seluruh dunia telah terjadi kecenderungan kurikulum yang lebih terintegrasi dalam pendidikan dasar.

"Struktur Kurikulum" bisa ditafsirkan sesuai dengan bagaimana "kurikulum" didefinisikan. Jika kurikulum dipahami sebagai proses merancang pengaturan instruksional di mana peserta didik diaktifkan untuk memperoleh pengalaman, kemudian "struktur kurikulum" menyiratkan untuk "elemen penting atau keterkaitan pengaturan instruksional dirancang". Jika "kurikulum" adalah seperangkat mata pelajaran instruksi plus " kurikulum tersembunyi " untuk belajar di luar mata pelajaran formal, kemudian "struktur kurikulum" berarti pilihan mata pelajaran dan keterkaitan mata pelajaran, atau organisasi dan koordinasi komponen kurikulum.

Struktur kurikulum China memuat 3 hal yaitu:

a.      Peningkatan Kurikulum seimbang

1)    Keseimbangan yang lebih baik antara kurikulum berbasis disiplin, kurikulum terpadu dan "kurikulum berbasis praktek yang komprehensif"

Skema kurikulum mempertahankan sejumlah kurikulum berbasis disiplin, terutama untuk SMA, termasuk bahasa China, matematika, dan bahasa asing, dan sebagai alternatif, fisika dan kimia dan biologi untuk "ilmu". Upaya yang dilakukan dalam membangun keunggulan kurikulum berbasis disiplin (misalnya logika dan integritas dalam mengorganisir pengetahuan, profesionalisme dan keilmiahan sistemik untuk akuisisi belajar efektif). Sementara mata pelajaran berbasis disiplin dalam kurikulum diseimbangkan dengan keterampilan kognitif dan nilai-nilai dimensi konten pendidikan dan mengalihkan fokus mereka dari akuisisi pengetahuan untuk pembangunan manusia holistik. Selain itu, pengetahuan disiplin lebih terkait dengan pengalaman siswa dan kehidupan / praktek sosial.

kurikulum terpadu diterapkan di  sekolah dasar dengan materi mengenai “ Karakter dan Kehidupan", "Kebajikan moral dan Masyarakat", "Seni" dan "Sains", di SMP dan SMA kurikulum terpada pada materi "Sejarah dan Masyarakat", "Sains" dan "Seni".

Kurikulum Praktek Komprehensif, yang merupakan kurikulum eksperimental berpusat pada kegiatan siswa dan terkait dengan kehidupan sosial. Subjek ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan pendidikan sekolah, pengalaman pribadi pelajar dan kehidupan masyarakat, dan untuk mengembangkan pembelajar dalam pemecahan masalah, kreativitas dan praktek kompetensi. Ketiga jenis kurikulum tersebut telah menunjukan kelebihannya masing-masing dan membantu untuk mengatasi kekurangan pada kurikulum berbasis disiplin.

2)    Keseimbangan yang lebih baik dalam proporsi pengaturan jam belajar untuk berbagai jenis kurikulum

jumlah jam pelajaran mingguan dan total jumlah jam pembelajaran diupayakan untuk mengurangi beban belajar siswa dalam pendidikan wajib belajar 9 tahun. Gambar berikut membandingkan jam pelajaran mingguan murid China dan hari kehadiran sekolah tahunan dengan rekan-rekan mereka di beberapa negara.

                     Item

 

Negara

Total jumlah jam belajar perminggu (kelas 1 s.d 9)

Jumlah Hari belajar per-tahun (5 hari seminggu)

China

264

Pendidikan dasar: 195 hari

Pendidikan menengah: 200 hari

Korea Selatan

270

-

Jepang

256

200 hari

Taiwan

287 s.d 293

-

Hongkong

318 s.d 324

-

Rusia

271

204 hari

Jerman

-

156 hari

Indonesia

212

190 hari

 

Sumber: J.Yang & Wu,构建新课程,江苏教育出版社,2010年,第93页。

Distribusi  waktu pembelajaran, proporsi / bobot masing-masing  mata pelajaran dapat dilihat pada tabel  berikut yang  menunjukkan persentase jam pelajaran untuk mata pelajaran pada total kelas 1-9 dalam program wajib belajar 9 tahun di China.

 

 

 

 

 

                                 Persentase

Mapel

Persen

Moral (pembangunan karakter)

7% s.d 9%

Bahasa China

20% s.d 22%

Matematika

13% s.d 15%

Bahasa Asing

6% s.d 8%

Seni (Musik, Seni rupa)

9% s.d 11%

Pendidikan Jasmani

10% s.d 11%

Praktek (muatan lokal)

16% s.d 20%

 

Sumber: J.Yang & Wu,构建新课程,江苏教育出版社,2010年,第93页。

 

3)    Keseimbangan yang lebih baik dalam kurikulum untuk kelompok usia yang berbeda pada pendidikan wajib belajar 9 tahun

Dalam struktur kurikulum seimbang, perhatian perlu diberikan tidak hanya untuk bobot yang diberikan kepada subyek yang berbeda dan proporsi jam kelas untuk setiap mata pelajaran, tetapi juga untuk desain kurikulum untuk karakteristik fisik-psikologis pelajar pada usia yang berbeda.

b.      Peningkatan Kurikulum terpadu

Kurikulum sebelumnya di Cina pada dasarnya disiplin ilmu berbasis dan terkotak tanpa interaksi antara domain pembelajaran. Salah satu tujuan dari kurikulum pendidikan dasar adalah untuk meningkatkan integrasi konten kurikulum yang relevan dan mempromosikan pembelajaran antar-disiplin.

Peningkatan integrasi dalam struktur kurikulum pendidikan dasar melalui cara berikut:

-       Kurikulum sekolah dasar terdiri dari mata pelajaran terpadu: Untuk kelas rendah (kelas 1 s.d 4), mata pelajaran terdiri dari pendidikan Karakter Moral dan Kehidupan, Bahasa China (sebagai bahasa ibu), Matematika, Pendidikan Jasmani, Seni (atau Musik, seni rupa). Untuk kelas atas (kelas 5 s.d 6), mata pelajaran pendidikan Karakter Moral dan Masyarakat, Bahasa China & Sastra, Matematika, Sains, Bahasa Asing, Kegiatan Praktek Komprehensif, Pendidikan Jasmani, Seni (atau Musik, Seni Rupa). Pada Kurikulum SMP terdiri dari kedua mata pelajaran berbasis disiplin dan terintegrasi, termasuk Agama dan Karakter Moral, Sastra dan Bahasa China, Matematika, Bahasa Asing, Sains (Fisika, Kimia, Biologi), Sejarah dan Masyarakat (Sejarah, Geografi), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Seni (Musik, Seni rupa) dan Kegiatan Praktek Komprehensif. Pemerintah daerah dan sekolah didorong untuk memilih mata pelajaran yang terintegrasi dan menawarkan lebih banyak pilihan.

-       Menawarkan mata pelajaran (mapel) baru atau "Kegiatan Praktek Komprehensif". Mapel ini telah terintegrasi teknologi informasi sebagai mata pelajaran wajib pada pendidikan sekolah dasar dan menengah. Mapel ini membutuhkan pembelajaran berbasis penelitian, layanan sosial dan praktek masyarakat, pekerjaan produktif dan pendidikan teknis. Mapel tersebut adalah wajib bagi sekolah dasar, baik kelas rendah maupun atas. Mapel terpadu menuntut pembelajaran praktek yang berpusat pada kegiatan yang akan dirancang bersama oleh guru dan peserta didik sesuai dengan kepentingan murid, kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. Guru dan pelajar harus peserta yang sama dalam kegiatan kurikulum yang dirancang.

-       Meningkatkan keterpaduan dalam pengajaran mapel tertentu. Hal ini dilakukan melalui a) mengembangkan hubungan / keterkaitan antara unsur-unsur pengetahuan dalam subjek dan seluruh mata pelajaran yang berbeda, b) mengembangkan keterkaitan antara kelas belajar-mengajar dan pengalaman murid sendiri serta kehidupan masyarakat, dan c) menyelenggarakan kegiatan pembelajaran terpadu di pengajaran isi kurikulum mata pelajaran masing-masing.

c.       Peningkatan Kurikulum Pilihan

Diberlakukannya kurikulum pilihan dalam struktur kurikulum China adalah  dalam rangka menanggapi kesenjangan besar antara daerah pedesaan dan perkotaan, antara wilayah timur dan barat, antara etnis mayoritas dan minoritas, dan antar sekolah dalam wilayah yang sama / kota, dalam hal perencanaan kurikulum, implementasi dan manajemen. Struktur kurikulum sebelumnya dalam pendidikan dasar sangat sentralistik dan ditandai dengan keseragaman hal tersebut berbanding terbalik dengan kebutuhan belajar beragam murid yang sosial-ekonomi dan budaya beragam. Peningkatan " kurikulum Pilihan " berarti tidak hanya menawarkan mata pelajaran lebih elektif tetapi juga otonomi yang lebih dalam adaptasi kurikulum dengan konteks lokal / spesifik dan partisipasi yang lebih aktif dalam kurikulum dalam proses pengambilan keputusan oleh otoritas lokal, sekolah, guru dan murid.

Peningkatan pilihan dalam struktur kurikulum bisa dilihat dari berikut ini:

-       Pada sisi murid, a) siswa memiliki pilihan yang lebih besar pada mata pelajaran elektif yang  tersedia dalam kurikulum lokal dan berbasis sekolah, kebebasan yang lebih besar untuk mapel pilihan terdapat kurikulum SMA, b) Siswa termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan kurikulum sekolah pada mata pelajaran yang mereka pilih;

-       Pada sisi guru, a) Guru memiliki pilihan yang lebih besar pada isi kurikulum dalam melaksanakan standar kurikulum dan kebutuhan peserta didik, b) Guru memiliki partisipasi yang lebih aktif dalam pengembangan kurikulum terutama mata pelajaran berbasis sekolah, dan c) Guru memiliki lebih bebas pilihan pendekatan untuk mengajar serta otonomi yang lebih besar dalam menterjemahkan kurikulum "standar" dan "struktur" ke dalam praktek pengajaran di kelas.

-       Pemerintah setempat dan sekolah memiliki otonomi yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum, implementasi dan manajemen dengan konteks lokal / sekolah-spesifik berdasarkan kebutuhan pengembangan peserta didik.

 

 

3.    Organisasi Konten (isi) Kurikulum

Kerangka organisasi isi kurikulum didefinisikan sebagai berikut:

a.    Tahapan Pendidikan / Tingkat: Berdasarkan karakteristik perkembangan fisik-psikologis peserta didik pada usia yang berbeda / nilai, standar isi yang ditetapkan dalam jangka waktu nilai dan tingkat pendidikan. Sebagai contoh, standar kurikulum matematika ditetapkan pada tiga tingkatan masing-masing untuk kelas 1-3, 4-6, dan 7-9, Bahasa China & Sastra pada empat tingkat untuk kelas 1-2, 3-4, 5-6, dan 7 -9, dan Sains untuk kelas 3-6 dan 7-9.

b.    Domain Belajar, ini terkait erat tetapi berbeda dari "isi pengajaran", istilah yang sering digunakan dalam skema kurikulum sebelumnya. Sebuah domain belajar mendefinisikan kerangka kerja dan ruang lingkup isi kurikulum dari sudut pandang belajar siswa. Sebagai contoh, standar Matematika meliputi empat domain pembelajaran: "angka dan aljabar", "ruang dan grafis"; "statistik dan probabilitas", dan "praktek dan aplikasi yang komprehensif".

c.    Tema Belajar, yang memberikan fokus topikal dan lingkup desain konten dan organisasi. Misalnya, "Sejarah dan Masyarakat" standar kurikulum mengusulkan enam tema pembelajaran termasuk "Kami Tumbuh di Masyarakat", "Ekonomi, Politik dan Budaya Sekitar Kita", "Sejarah China dan Kebudayaan", "Dunia Sejarah dan Budaya" dan "Pertanyaan sosial: Keterampilan dan Pendekatan ".

Struktur kurikulum SMA terdiri dari domain belajar, subjek dan modul, perhatikan skema dibawah ini:


Domain pembelajaran

 

Mapel

 

Modul

 

Diagram dibawah ini contoh isi kurikulum mapel Fisika, Biologi dan sejarah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.