RI -Tiongkok Kerja Sama Pendidikan Vokasi

Written by Miqlo IT on . Posted in News

KBRI Beijing bekerjasama dengan ASEAN-China Center (ACC) menyelenggarakan ‘Indonesia-China Partnership Workshop on Vacational Education Cooperation’  di ruang pertemuan ACC di Beijing, Tiongkok, Selasa (28/5) lalu. 
Workshop diikuti perwakilan dari Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Harapan Bersama Tegal, STMIK Bani Saleh Bekasi, Politeknik TEDC Bandung, SMK-SMTI Pontianak, dan STMIK IKMI Cirebon. Hadir pula 36 perguruan tinggi dan institusi vokasi di Tiongkok.
Director of Education Culture and Tourism Section ASEAN-China Center, Tri Purnajaya, menyampaikan apresiasi atas prakarsa KBRI Beijing untuk mendorong kerjasama antar perguruan tinggi vokasi Indonesia dan Tiongkok. 
Sementara Secretary General  ASEAN China Center, Ma Mingqiang mengatakan acara ini mempererat hubungan antara kedua bangsa melalui pendidikan, dan membuka lebar pintu kerjasama yang lebih luas antara perguruan tinggi kedua negara, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang vokasi, sehingga nantinya para lulusan vokasi kedua negara akan siap bertarung di pasar kerja global. 
Menurut Sekjen ACC, kerjasama pendidikan vokasi antara kedua bangsa dapat turut memberi sumbangsih bagi tercapainya kemakmuran di kawasan Asia, karena kualitas tenaga kerja kedua bangsa akan relatif setara melalui kerjasama teknik, riset, pertukaran akademisi, transfer teknologi dan pertukaran mahasiswa.
Duta Besar RI, Imron Cotan damenyatakan workshop serupa di Jakarta pada 27 Maret 2013 lalu, telah sukses membuka pintu kerjasama yang luas antara perguruan tinggi vokasi Indonesia dan Tiongkok. "Dan sekarang terbukti ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan workshop di Beijing yang diikuti oleh 100 peserta dari 43 perguruan tinggi vokasi kedua negara," katanya.
Duta Besar RI menyampaikan bahwa pendidikan vokasi akan memberikan bekal keterampilan khusus kepada lulusannya untuk siap masuk ke pasar kerja atau menciptakan lapangan kerja baru. Karena itu kesalahan mendasar yang pernah dibuat bangsa Indonesia dulu dengan memandang sebelah mata keberadaan pendidikan vokasi harus menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang lagi.Pemerintah Indonesia telah menyadari hal ini dengan membangun sekolah menengah vokasi sejak tahun 2009 yang diharapkan pada tahun 2015 rasio jumlah SMK dan SMA adalah 2:1. 
Kebijakan tersebut didudukung dengan disahkannya UU No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang salah satunya memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
Dubes RI juga mengharapkan agar para peserta dari Indonesia dapat belajar bukan hanya dari sukses Tiongkok membangun ekonominya tetapi juga mempelajari mengenai kesalahan yang penah dilakukannya dalam proses pembangunan ekonominya ketika Tiongkok tidak mengindahkan dampak pembangunan pada lingkungan dan hanya mengedepankan pertumbuhan ekonomi, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan, sebagaimana pernah dikemukakan oleh Presiden RRT, Xi Jinping beberapa waktu yang lalu.
"Indonesia harus belajar dari pengalaman Tiongkok tersebut, agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam melaksanakan pembangunan ekonominya," kata Dubes Imron Cotan.
Pada kesempatan tersebut Direktur Wang menyampaikan pandangannya bahwa ACC memiliki misi untuk memajukan kerjasama antara negara negara ASEAN dengan China, karena itu kegiatan workshop yang diprakarsai oleh KBRI Beijing ini memperoleh dukungan penuh ACC yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah dialog antar pimpinan perguruan tinggi.
Dengan demikian, kesempatan dan peluang kerjasama di bidang pendidikan vokasi antara Indonesia Tiongkok menjadi terbentang luas dan saling menguntungkan, serta pada gilirannya dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Atase Pendidikan KBRI Beijing mengatakan upaya merintis kerjasama vokasi telah dilakukan pada bulan Oktober  2011 dengan kunjungan 6 orang kepala SMK ke Provinsi Jiangsu yang dilanjutkan MOU antara SMK dengan Vocational Middle School di Provinsi Jiangsu. Pada bulan Juli 2012 sejumlah siswa SMK  melakukan magang di sentra industri provinsi Jiangsu, serta kunjungan 18 kepala sekolah SMK ke Shenzhen, Shanghai, dan Beijing untuk menjalin kontak kerjasama di bidang pendidikan automotif, tata busana dan kecantikan, pariwisata, tata boga serta industri. Terakhir pada bulan Maret 2013, diselenggarakan workshop kemitraan pendidikan vokasi di Jakarta yang diikuti oleh delegasi 12 orang pimpinan perguruan tinggi vokasi dari Tiongkok.
(KBRI Beijing/WID/ES)